Latest Post

Cara Cek Nomor Sendiri Khusus Pengguna AXIS

Written By Edy Abujamil on Sabtu, 23 November 2013 | 17.23

Mau beli pulsa kok sering lupa nomer hapenya sendiri?? waduHH....
Jangan khawatir, nih Cara Cek Nomor Sendiri kartu AXIS dari nomor hp anda 
Caranya :
tekan *2# OK
Demikian semoga bermanfaat..
Salam dari ujung timur pulau Madura

Cara Cek Nomor Sendiri Operator Indosat (Mentari dan IM3)

Mau beli pulsa kok sering lupa nomer hapenya sendiri?? waduHH....
Jangan khawatir, nih Cara Cek Nomor Sendiri Operator Indosat (Mentari dan IM3 ) dari nomor hp anda 
Caranya :
tekan *777*8# OK
Semoga bermanfaat..
Salam dari ujung timur pulau Madura

Nyadar Garam, Ritual Warga Pinggir Papas


Nyadar Garam, Ritual Warga Pinggir Papas

Liputan6.com, Sumenep: Tembang Layang Jati Suara Layang Sempurnaning Sembah mengalun pada suatu malam di Desa Pinggir Papas, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Nyanyian ini mengingatkan perjuangan seorang pangeran bernama Anggosuto, yang telah membawa perubahan besar yang membuat Madura terkenal sebagai Pulau Garam.Konon, di pulau terapung Pinggir Papas, Pangeran Anggosuto memulai kehidupannya dan menemukan butiran kristal dari air laut yang telah dibiarkannya berminggu-minggu. Butiran kristal yang kemudian disebut garam itu kemudian diolah sang pangeran sehingga menjadi sumber penghidupan. Inilah yang kemudian mengawali berdirinya tambak-tambak garam di Pulau Madura.
Waktu pun terus bergulir. Tradisi pembuatan garam rakyat terus dilakukan turun-temurun oleh warga Desa Pinggir Papas. Alhasil, ratusan kilogram garam setiap hari diproduksi para petani garam di desa ini. Dengan adanya mata pencaharian ini, warga Pinggir Papas bertambah makmur dan hidup dengan prestise material yang tinggi. Buktinya, haji-haji garam banyak bermunculan dan sarjana-sarjana yang memperoleh biaya pendidikan dari hasil garam lahir setiap tahun.
Meski kini Pinggir Papas telah berubah menjadi sebuah desa yang besar, jasa-jasa Pangeran Anggosuto yang telah membuka cakrawala kehidupan warga tidak dilupakan. Dan setiap tahun menjelang musim panen, warga Pinggir Papas memperingati jasa Anggosuto dalam sebuah upacara yang disebut Upacara Nyadar.
Sehari sebelum Upacara Nyadar, warga mulai sibuk dengan memotong ayam untuk sesaji dan mempersiapkan panjeng sebagai tempat sesajen serta menaruh berbagai perlengkapan sesaji lain di dalam panjeng. Keesokan harinya, kesibukan warga yang akan berangkat melaksanakan Nyadar sudah terlihat sejak dini hari. Dengan memikul tanggik sebagai tempat sesaji, mereka beriringan menuju ke makam Anggosuto. Seperti tradisi sebelumnya, tanggik tersebut dibawa terlebih dahulu ke lokasi sekitar makam Anggosuto, yang terletak di seberang laut di daratan Pulau Madura di Desa Kebun Dadap.
Seiring dengan itu, di sebuah sudut desa terlihat sekelompok orang yang biasa memimpin upacara berkumpul di rumah Mbah Kassa, sesepuh yang juga keturunan Anggasuto. Dari rumah itu, para sesepuh ini berjalan sejauh enam kilometer menuju pemakaman Anggosuto. Dalam perjalanan itu, sebuah pantangan mesti dilakukan para sesepuh, yakni menggunakan alas kaki.
Keberangkatan para sesepuh ini menandakan diperbolehkannya warga yang lain untuk menyusul. Sinar matahari terus beranjak dan tanpa terasa sore telah tiba. Warga yang akan ikut melaksanakan Nyadar terus berdatangan. Tak lupa mereka membawa kembang dan menyerahkannya kepada istri para sesepuh. Saat kembang-kembang telah disiapkan dan para sesepuh sudah berkumpul, waktu ziarah pun tiba.
Di depan pintu makam, warga berdesakan untuk bisa masuk terlebih dahulu ke makam. Akibatnya, kegaduhan terjadi saat juru kunci membuka pintu masuk makam. Adanya kepercayaan bahwa orang yang pertama masuk makam akan lebih dahulu mendapat berkah juga membuat suasana menjadi tambah kacau. Untungnya, kekacauan tak berlangsung lama. Warga kembali duduk dalam posisi tertib ketika doa dan tahlil mulai dibacakan. Selain makam Anggosuto dan istrinya, di kompleks pemakaman itu juga terdapat makam kerabat seperti Syekh Kabasa dan istri, Syekh Bangsa dan istri serta Mbah Dukun dan istri.
Entah bagaimana awalnya, keyakinan membacakan doa-doa bagi Anggosuto dan kerabatnya itu kemudian beralih menjadi sebuah ritual mistis. Semangat untuk meneladani Anggosuto yang telah membuka cakrawala kehidupan dengan memperkenalkan garam sebagai sumber kehidupan itu mulai diartikan beberapa warga sebagai sebuah ritual untuk meminta berkah. Bahkan, ada pula yang beranggapan ziarah ini akan memberi kekuatan mistis agar kehidupan mereka menjadi lebih baik di kemudian hari. Mereka juga meyakini bedak yang telah dicampur air dan diborehkan di belakang telinga atau dahi saat upacara berlangsung bisa menjadi tameng agar terhindar dari gangguan mahluk halus.
Menjelang matahari terbenam, peserta upacara mulai meninggalkan situs pemakaman Anggosuto. Namun, Upacara Nyadar belum berakhir. Malam harinya, warga Pinggir Papas masih harus menginap di sekitar makam Anggosuto untuk meneruskan prosesi lanjutan esok hari yang menjadi prosesi inti dari Upacara Nyadar, sebuah prosesi yang disebut sebagai Upacara Kaoman.
Seusai salat Subuh keesokan harinya, prosesi Kaoman pun dimulai. Ratusan tanggik berisi nasi tumpeng ditata rapi di sekitar makam. Penempatan tanggik disesuaikan dengan kelompok masing-masing. Dalam prosesi ini, ada dua kelompok sesepuh yang berbeda pendapat dalam menjalankan ritual Nyadar, yakni kelompok hitam dan putih yang dikenali dari ciri baju mereka.
Munculnya dua kelompok ini didasarkan polemik yang terjadi pada masa Kerajaan Sumenep. Konon, Raja Sumenep pernah melarang Upacara Nyadar ini. Tapi, kemudian timbul beberapa bencana penyakit di Sumenep. Atas nasihat para sesepuh kerajaan, Upacara Nyadar diadakan lagi. Dari sinilah kemudian muncul dua kelompok yang berbeda. Kelompok putih mewakili pemikiran atau tata cara lama seperti sebelum Nyadar dilarang dan kelompok hitam mewakili tata cara baru. Meski demikian, bentrokan tak pernah terjadi di antara dua kelompok ini.
Dengan kesadaran masing-masing, mereka pun mengatur agar Nyadar bisa dilakukan bersama-sama. Saat matahari naik sepenggalan, muncul empat orang yang berbaju warna-warni yang disebut Racok Saebu. Mereka bertugas menghitung jumlah panjeng yang ada dan melaporkannya ke pimpinan sesepuh yang disebut Juk Kae.
Puncak Nyadar pun dimulai. Para sesepuh berbaju hitam membuka langkah ritual dengan melakukan ziarah ke makam Anggosuto. Dua senjata warisan sang pangeran yang berupa keris dan kodik juga ikut dikeluarkan untuk menjaga di depan pintu makam. Tak lama kemudian giliran sesepuh berbaju putih masuk dan berdoa di makam.
Seusai ziarah dan pembacaan doa, kebersamaan antarkelompok pun dibangun. Tanggik berisi makanan dibuka dan doa kembali dilantunkan. Selanjutnya, mereka bersama-sama menyantap makanan dalam tanggik itu. Namun, warga tidak menghabiskan seluruh makanan. Sebagian lainnya dibawa pulang untuk dibagikan kepada fakir miskin, para anak yatim, dan tetangga yang tidak bisa mengikuti Nyadar.
Lengkap sudah warga Pinggir Papas menumpahkan kerinduan untuk mengucap syukur kepada sang penguasa Jagad Raya, yang telah memberi inspirasi kepada Anggosuto untuk membuka jalan kehidupan yang lebih baik di Pinggir Papas. Esok hari, mereka akan kembali menyusuri ladang-ladang garam untuk membawa kehidupan ke arah yang lebih baik seperti yang diharapkan sang Pangeran Anggosuto.(PIN/Tim Potret SCTV)

sumber : http://news.liputan6.com

Video Mesum Siswa SMPN 4 Sawah Besar Beredar Luas

Metrotvnews.com, Jakarta: Video mesum siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Sawah Besar, Jakarta Pusat, mulai tersebar luas di masyarakat. Video tersebut bahkan tersebar juga di kalangan siswa SMPN 4.

Video berdurasi 4 menit adegan mesum siswa siswi SMP 4 Jakarta Pusat itu mempertontonkan adegan mesum yang dilakukan di dalam ruang kelas. Ironisnya adegan mesum tersebut ditonton teman-teman pelaku.

Sebelumnya pihak kepolisian mengaku belum menetapkan satu pun tersangka dalam kasus video mesum tersebut. Polisi baru memeriksa pengurus sekolah terkait ruangan kelas yang dipakai para siswa melakukan adegan tak senonoh itu. Meski telah memeriksa 17 saksi termasuk tiga satuan pengamanan sekolah, namun polisi belum memeriksa sejumlah pelajar di video tersebut.

sumber : metrotvnews.com

Cara Mudah Download Video Youtube

Bagi anda yang pernah atau sering buka-buka internet tentu pernah melihat video di Youtube. Terkadang kita sangat menyukai dan ingin menyedotnya untuk kita simpan di komputer atau HP. Bagi pemula pasti bingung karena di youtube itu tidak ada menu untuk kita mendownloadnya. Sebetulnya ada software yang bisa melakukannya. Setahu saya adalah sejenis IDM dan mungkin software lainnya. Tapi anda yang tidak mempunyai software IDM jangan khawatir, kali ini saya akan bagikan cara mudah untuk mendownload video youtube tanpa software…, Penasaran..???!! langsung aja Yukk..!!.
Caranya adalah :
1.       1. Silahkan anda masuk/buka youtube, kemudian pilih video atau file yang akan didownload.
2.       2. Kemudian copy address url video tersebut (seperti tampak pada gambar dibawah ini ).
Sebagai contoh yang saya copy adalah video yang saya upload sendiri ( jika anda menyukainya silakan ada download sebagai uji coba, he..he… ) hasilnya seperti ini : http://www.youtube.com/watch?v=Wf_7f3uEssI
3  3. Setelah anda copy silakan buka halaman berikut untuk mendownload videonya disini. Lalu paste-kan url videonya.

4.       Kemudian pilih format video yang sesuai dengan keinginan,misalnya 3Gp,MP4,Flv dll.
Sekarang saatnya menyedot video sepuasnya.
Demikian dulu apa yang bisa saya bagikan, semoga bermanfaat ..

Polda Lampung Telusuri Foto Bugil Diduga Sespri Kapolda

Bandarlampung, (tvOne)

Kepolisian Daerah Lampung memberi perhatian khusus dan sedang melakukan pemeriksaan kebenaran foto bugil diduga anggota polisi yang juga sekretaris pribadi Kapolda Lampung.

Menurut Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih, saat dihubungi dari Bandarlampung, Selasa, masalah adanya foto-foto tanpa busana yang diduga potret Brigpol RK, sekretaris pribadi Kapolda Brigjen Heru Winarko, telah menjadi perhatian khusus jajaran Polda setempat.

"Kapolda Lampung Brigjen Heru Winarko juga memberi perhatian khusus penanganan masalah ini, dan Propam Polda Lampung saat ini tengah menyelidiki kebenarannya," ujar dia.

Dia menegaskan, pihaknya akan segera memastikan keaslian foto-foto yang telah tersebar di jejaring sosial tersebut, dan kalau memang benar itu adalah foto sespri Kapolda Lampung tentu akan dilakukan tindakan tegas sesuai prosedur. "Hingga saat ini yang bersangkutan sedang menjalani pemeriksaan atas adanya foto tersebut," kata dia lagi.

Ia melanjutkan, jika memang benar anggota polwan Polda Lampung itu berfoto bugil dan disebarluaskan, berarti yang bersangkutan telah melakukan kesalahan yang mencoreng nama baik institusi Polda Lampung. "Tapi hal ini, sebenarnya juga merupakan masalah pribadi dari individu yang bersangkutan," ujarnya lagi.

Ia menyatakan, Polda Lampung selalu melakukan pembinaan terhadap anggotanya.

Berdasarkan penelusuran akun jejaring sosial yang diduga milik Brigpol RK itu telah diblokir, sejak Selasa pagi koleksi foto pribadinya sudah tidak bisa dibuka lagi. Ruang sespri Kapolda Lampung, tempat dia sehari-hari bekerja tetap terlihat normal seperti biasanya, hanya saja polwan yang bersangkutan tidak ada di tempat.

Sebelumnya tiga foto yang diduga potret sespri Kapolda Lampung, beredar di jejaring sosial dengan pose menantang. Diduga foto-foto tersebut diambil di rumah kontrakan polwan itu. (Ant)

sumber : tvonenews.tv

Ribuan Warga 3 Kecamatan di Kabupaten Sumenep Tak Bisa Ikut Pilgub



Sumenep- Ribuan warga di Kec.Kalianget, Talango dan Saronggi hampir bisa dipastikan tidak dapat mengikuti PILGUB JATIM. Pasalnya jauh-jauh hari mereka sudah meninggalkan kampung halamannya untuk mencari penghidupan yang layak sebagai pekerja garam musiman di lahan garam di berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Pamekasan, Sampang, Bangkalan, Gresik,Surabaya, Sidoarjo dan Pasuruan. 
Mereka tersebar di beberapa titik, kelompok warga terbanyak berada di wilayah  Surabaya, yaitu di daerah Tandes, Manukan, Tambak Langon, Osowilangon, Sememi, Babat Jerawat, Pakal, Tambak Dono, Romokalisari. Sementara di Gresik berada di daerah Manyar, Banyutami, Pecuk, dan Mangari. Dan di wilayah Sidoarjo mereka berada di daerah Juanda. 

Berdasarkan pemantauan sampai H min 4 belum ada woro-woro atau sosialisasi. Samilah, salah seorang warga yang berasal dari Desa Pinggirpapas Kec. Kalianget mengatakan terkait Pilgub Jatim tak ada pemberitahuan atau sosialisasi dari petugas terkait, baik dari Sumenep maupun dari Surabaya. Padahal gubuk tempat Samila tinggal tak jauh dari pusat kota yaitu diantara TPA dan GOR di wilayah Kec. Pakal Surabaya. 
Sementara itu, meskipun tahu bahwa banyak warga yang tak bisa pulang untuk mencoblos, petugas di Desa Pinggirpapas Kec. Kalianget Kab. Sumenep tetap membagikan undangan kepada penjaga rumah yang ditinggal kerja keluar daerah.
Kondisi ini semestinya menjadi perhatian dan renungan semua pihak. (AJ)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. suara pinggirpapas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger